您现在的位置是:teknologi >>正文
ono solo Menkeu belum berencana naikkan harga BBM subsidi imbas harga minyak
teknologi33人已围观
简介Nanti setelah sebulan, kami prediksi harga minyak seperti apa sehingga kami bisa mengambil kebijakan ...
Nanti setelah sebulan,ono solo kami prediksi harga minyak seperti apa sehingga kami bisa mengambil kebijakan yang pas
Jakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa pemerintah saat ini belum berencana menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi di tengah kenaikan harga minyak dunia akibat konflik Amerika Serikat (AS) dan Israel vs Iran.
“Sampai sekarang belum ada kebijakan untuk mengubah subsidi BBM, dalam pengertian menaikkan harga BBM,” kata Purbaya kepada wartawan di Jakarta, Senin.
Purbaya mengatakan pasokan minyak di dalam negeri masih cukup aman, sebagaimana pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
Purbaya menyebut rerata perkembangan harga minyak dunia masih di bawah kapasitas maksimal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Artinya, kata Menkeu, APBN masih memadai untuk menahan dampak volatilitas harga minyak.
Meski begitu, dia memastikan akan memantau perkembangan dalam sebulan ke depan dan mengambil keputusan ketika dibutuhkan.
“Sekarang belum saatnya mengambil keputusan, karena uangnya masih cukup,” tambahnya.
Bendahara negara pun berharap masyarakat tetap tenang dan meyakini kebijakan pemerintah dalam menavigasi gejolak dunia. Terlebih, Indonesia sudah pernah mengalami lonjakan harga minyak sebelumnya.
“Kita lihat kondisi seperti apa. Nanti setelah sebulan, kami prediksi harga minyak seperti apa sehingga kami bisa mengambil kebijakan yang pas. Anda percaya saja, saya cukup pintar, kok. Kita sudah mengalami harga minyak tinggi beberapa kali, nggak hancur negaranya, kan. Kenapa? Karena kebijakannya pas,” tuturnya.
Dalam kesempatan terpisah, Bahlil menegaskan bahwa pasokan BBM masih andal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada periode puasa dan Idul Fitri. Dia pun menjamin harga BBM bersubsidi, Pertalite, tidak akan naik meskipun harga minyak dunia menembus 118 dolar AS per barel.
Diberitakan oleh Sputnik, harga minyak mentah jenis Brent mencapai 118 dolar AS per barel untuk kali pertamanya sejak 17 Juni 2022.
Harga tersebut lebih tinggi apabila dibandingkan dengan rata-rata harga minyak pada Januari 2026, di mana jenis Brent (ICE) sebesar 64 dolar AS per barel, dan US WTI berada di angka 57,87 dolar AS per barel.
Baca juga: Harga minyak meroket, Bahlil percepat mandatori campuran etanol ke BBM
Baca juga: Bahlil: Harga Pertalite tak naik meski minyak dunia capai 118 dolar AS
Baca juga: Harga BBM Pertamina, Shell, bp, Vivo stabil pada pekan kedua Maret
Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Tags:
相关文章
Persijap vs Persis berakhir imbang tanpa gol
teknologiJakarta (ANTARA) - Laga Persijap Jepara melawan Persis Solo di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara p ...
阅读更多Borneo tekuk Arema 3
teknologiSamarinda (ANTARA) - Borneo FC sukses mengamankan poin penuh dengan menaklukkan Arema FC 3-1 dalam l ...
阅读更多Absen lawan Borneo, pelatih ungkap Mauro Zijlstra alami cedera paha
teknologiJakarta (ANTARA) - Pelatih Persija Jakarta Mauricio Souza mengungkapkan alasan Mauro Zijlstra tak ma ...
阅读更多
热门文章
- PSIM tak khawatir Ze Valente absen hadapi Semen Padang
- Garnacho: Laga kontra Wrexham salah satu yang tersulit bagi Chelsea
- Absen lawan Borneo, pelatih ungkap Mauro Zijlstra alami cedera paha
- Donny Warmerdam senang kembali bermain setelah cedera lama
- Persik petik poin penuh di kandang setelah bekuk PSBS 2
- Persija Jakarta gandeng VIDA untuk digitalisasi proses administrasi
最新文章
-
Bojan Hodak waspadai agresivitas Persik Kediri
-
Persita Tangerang bidik poin penuh ketika jamu Madura United
-
Skuad Garuda untuk FIFA Series tunjukkan sikap realistis pelatih
-
Persita curi tiga poin penuh dari markas PSM Makassar
-
Absen lawan Borneo, pelatih ungkap Mauro Zijlstra alami cedera paha
-
Carlos Pena puas dengan kemenangan besar Persita atas Madura